LOADING...

Prabowo-Gibran Unggul Politik Semakin Memanas!
12 Desember 2023

Prabowo-Gibran Unggul Politik Semakin Memanas!

Media ETC – Jakarta, 12 Desember 2023 – Survei terbaru yang dirilis oleh lembaga survei Populi Center pada Senin (11/12/2023) menunjukkan bahwa pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih unggul di atas dua paslon lainnya.

Berita terkini, survei tersebut dilakukan pada 2-8 Desember 2023 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh Indonesia. Hasil survei menunjukkan bahwa Prabowo-Gibran mendapat elektabilitas sebesar 46,7 persen, diikuti oleh pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (21,7 persen) dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md (21,7 persen).

Ketua Populi Center, Djayadi Hanan, mengatakan bahwa keunggulan Prabowo-Gibran masih cukup signifikan. Namun, ia mengingatkan bahwa masih ada waktu sekitar enam bulan lagi sebelum hari pemungutan suara, sehingga dinamika elektabilitas bisa berubah.

“Elektabilitas Prabowo-Gibran masih unggul, tetapi masih ada waktu enam bulan lagi. Dinamika elektabilitas bisa berubah seiring dengan berbagai faktor, seperti kinerja pemerintah, dinamika Politik, dan hasil debat capres,” kata Djayadi.

Dalam waktu yang tersisa, Prabowo-Gibran perlu fokus untuk menjaring suara dari pemilih bimbang. Menurut Djayadi, pemilih bimbang merupakan kelompok yang cukup besar, sehingga bisa menjadi penentu hasil pemilu.

“Prabowo-Gibran perlu fokus untuk menjaring suara dari pemilih bimbang. Kelompok ini cukup besar, sehingga bisa menjadi penentu hasil pemilu,” kata Djayadi.

Selain itu, Prabowo-Gibran juga perlu memperkuat mesin partai politiknya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka dapat memenangkan pemilu di berbagai daerah.

“Prabowo-Gibran juga perlu memperkuat mesin partai politiknya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka dapat memenangkan pemilu di berbagai daerah,” kata Djayadi.

Pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024. Masih ada waktu sekitar 3 bulan lagi sebelum hari H pemilu. Dalam waktu tersebut, masih banyak hal yang bisa terjadi.

Salah satu hal yang bisa terjadi adalah terjadinya perubahan elektabilitas para pasangan calon. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan isu-isu politik dan ekonomi, serta upaya para pasangan calon untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas masing-masing.

Selain itu, masih ada kemungkinan terjadinya perubahan komposisi koalisi para pasangan calon. Hal ini bisa terjadi jika ada pasangan calon yang merasa kurang beruntung dengan komposisi koalisi mereka saat ini.

Kita harus pandai-pandai memilih Calon Presiden untuk pemimpin negara kita, jangan sampai karna iming-iming belakang kita menyampingkan kesejahteran masa depan negara kita.

Prev Post

Jokowi Belum Tunjuk Wamenkeu Baru…

Next Post

Balita 3 Tahun Dianiaya Pacar…

post-bars