LOADING...

Pertama Di Asia Tenggara, BI Turunkan Suku Bunga
8 Desember 2023

Pertama Di Asia Tenggara, BI Turunkan Suku Bunga

Media etc – Bank Indonesia (BI) menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menurunkan suku bunga acuan. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur BI yang digelar pada hari ini, Kamis (8/12/2023).

BI menurunkan suku bunga acuan BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) dari 5,75% menjadi 5,5%. Langkah ini sejalan dengan kebijakan moneter bank sentral di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa, yang telah mulai menurunkan suku bunga untuk merespons perlambatan ekonomi global.

Penurunan suku bunga ini disambut positif oleh pelaku pasar. Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan bahwa keputusan BI ini menunjukkan bahwa bank sentral berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Penurunan suku bunga ini akan memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi, terutama untuk sektor riil,” kata Andry.

Selain itu, penurunan suku bunga juga akan mendorong finansial konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lantas, bagaimana peluang BI untuk menurunkan suku bunga lagi di masa mendatang?

Pada dasarnya, BI memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga lagi, mengingat inflasi Indonesia masih terkendali di kisaran 3,0-3,5%. Namun, BI perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti perkembangan ekonomi global dan domestik.

Secara global, inflasi di negara-negara maju masih tinggi, sehingga bank sentral di negara-negara tersebut masih akan melanjutkan pengetatan moneter. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko capital outflow dari Indonesia.

Secara domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tetap kuat pada tahun 2023. Namun, BI perlu memantau perkembangan inflasi, mengingat harga komoditas global masih tinggi.

Jika inflasi Indonesia mulai meningkat, maka BI akan menahan suku bunga atau bahkan menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas harga.

Peluang BI Turunkan Suku Bunga Jadi Perhatian

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, maka peluang BI untuk menurunkan suku bunga lagi di masa mendatang masih terbuka. Namun, BI perlu mempertimbangkan dengan cermat perkembangan ekonomi global dan domestik sebelum mengambil keputusan.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan BI untuk menurunkan suku bunga lagi di masa mendatang:

  • Perkembangan inflasi global
  • Perkembangan ekonomi global
  • Perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia
  • Perkembangan inflasi Indonesia
  • Perkembangan nilai tukar rupiah

Jika inflasi global mulai menurun, maka bank sentral di negara-negara maju akan mulai mengurangi pengetatan moneter. Hal ini akan mengurangi risiko capital outflow dari Indonesia dan membuka peluang bagi BI untuk menurunkan suku bunga lagi.

Selain itu, jika ekonomi global mulai membaik, maka permintaan terhadap produk-produk Indonesia akan meningkat. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengurangi risiko inflasi.

Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat, maka BI akan memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga lagi untuk mendorong konsumsi rumah tangga.

Namun, jika inflasi Indonesia mulai meningkat, maka BI akan menahan suku bunga atau bahkan menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas harga.

Secara keseluruhan, peluang BI untuk menurunkan suku bunga lagi di masa mendatang masih terbuka. Namun, BI perlu mempertimbangkan dengan cermat perkembangan ekonomi global dan domestik sebelum mengambil keputusan.

Prev Post

Harga Baterai Wuling Air Ev…

Next Post

Bezzecchi Sambangi Marquez Setelah Kejadian…

post-bars