LOADING...

Penjelasan Bos OJK Mengenai Perlambatan Dana Pihak Ketiga
24 Desember 2023

Penjelasan Bos OJK Mengenai Perlambatan Dana Pihak Ketiga

Media ETC – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan per November 2023 sebesar 9,03% year on year (yoy). Angka ini melambat dibandingkan pertumbuhan DPK pada Oktober 2023 yang sebesar 9,26% yoy.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, mengatakan bahwa perlambatan pertumbuhan DPK ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Kenaikan suku bunga acuan BI berdampak pada penurunan suku bunga deposito, sehingga membuat masyarakat cenderung menahan dananya di deposito.
  • Perlambatan pertumbuhan ekonomi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi membuat masyarakat cenderung menahan dananya untuk keperluan konsumtif.
  • Adanya pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai, sehingga masyarakat cenderung lebih hati-hati dalam mengelola keuangannya.

Heru optimistis bahwa pertumbuhan DPK perbankan akan kembali meningkat pada tahun depan. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi yang terus berlanjut akan mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi dan investasi.
  • Kenaikan suku bunga acuan BI. Kenaikan suku bunga acuan BI akan mendorong masyarakat untuk mencari alternatif investasi yang lebih menguntungkan, seperti deposito.
  • Peluncuran produk-produk perbankan yang inovatif. Peluncuran produk-produk perbankan yang inovatif akan menarik minat masyarakat untuk menyimpan dananya di perbankan.

OJK akan terus mendorong perbankan untuk meningkatkan kinerjanya, termasuk dalam hal pertumbuhan DPK. OJK juga akan terus melakukan pengawasan terhadap perbankan agar tetap sehat dan mampu memberikan layanan Finansial yang optimal kepada masyarakat.

Penjelasan lebih lanjut tentang faktor-faktor yang menyebabkan perlambatan DPK

  • Kenaikan suku bunga acuan BI

Kenaikan suku bunga acuan BI berdampak pada penurunan suku bunga deposito. Hal ini menyebabkan masyarakat cenderung menahan dananya di deposito, sehingga mengurangi jumlah dana yang tersedia untuk disalurkan oleh perbankan.

  • Perlambatan pertumbuhan ekonomi

Perlambatan pertumbuhan ekonomi membuat masyarakat cenderung menahan dananya untuk keperluan konsumtif. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi.

  • Adanya pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Hal ini membuat masyarakat cenderung lebih hati-hati dalam mengelola keuangannya.

Proyeksi pertumbuhan DPK di tahun depan

Heru optimistis bahwa pertumbuhan DPK perbankan akan kembali meningkat pada tahun depan. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Pemulihan ekonomi

Pemulihan ekonomi yang terus berlanjut akan mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi dan investasi. Hal ini akan meningkatkan jumlah dana yang tersedia untuk disalurkan oleh perbankan.

  • Kenaikan suku bunga acuan BI

Kenaikan suku bunga acuan BI akan mendorong masyarakat untuk mencari alternatif investasi yang lebih menguntungkan, seperti deposito. Hal ini akan meningkatkan jumlah dana yang masuk ke perbankan.

  • Peluncuran produk-produk perbankan yang inovatif

Peluncuran produk-produk perbankan yang inovatif akan menarik minat masyarakat untuk menyimpan dananya di perbankan. Hal ini akan meningkatkan jumlah dana yang masuk ke perbankan.

OJK akan terus mendorong perbankan untuk meningkatkan kinerjanya, termasuk dalam hal pertumbuhan DPK. OJK juga akan terus melakukan pengawasan terhadap perbankan agar tetap sehat dan mampu memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat.

Prev Post

Hobi Nonton Anime Kasir Tuai…

Next Post

Manchester United Kalah dari West…

post-bars