LOADING...

Harga Semakin Melonjak Lebih Baik Tahan Belanja di Singapura
29 Desember 2023

Harga Semakin Melonjak Lebih Baik Tahan Belanja di Singapura

Media ETC – Warga Indonesia yang biasa berbelanja ke Singapura untuk mendapatkan barang-barang murah tampaknya harus mulai mencari alternatif lain. Pasalnya, harga barang-barang di Singapura kini semakin mahal.

Menurut laporan dari The Straits Times, indeks harga konsumen (CPI) di Singapura pada bulan November 2023 naik sebesar 5,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Kenaikan harga barang-barang di Singapura disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Kenaikan harga komoditas global. Kenaikan harga komoditas global, seperti minyak mentah, gas alam, dan biji-bijian, telah mendorong kenaikan harga barang-barang di seluruh dunia, termasuk di Singapura.
  • Kenaikan biaya tenaga kerja. Kenaikan biaya tenaga kerja di Singapura juga telah mendorong kenaikan harga barang-barang.
  • Kenaikan permintaan. Permintaan barang-barang di Singapura juga meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.

Kenaikan harga barang-barang di Singapura tentu saja berdampak pada daya beli warga Indonesia. Pasalnya, mata uang rupiah terus melemah terhadap dolar Singapura.

Berita terkini pada tanggal 29 Desember 2023, nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura berada di level Rp14.700 per dolar Singapura. Artinya, harga barang-barang di Singapura akan menjadi lebih mahal bagi warga Indonesia.

Berikut adalah beberapa contoh kenaikan harga barang-barang di Singapura:

  • Makanan dan minuman. Harga makanan dan minuman di Singapura naik sebesar 5,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan-bahan makanan, seperti daging, telur, dan sayuran.
  • Transportasi. Harga transportasi di Singapura naik sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar dan biaya tenaga kerja.
  • Hiburan dan rekreasi. Harga hiburan dan rekreasi di Singapura naik sebesar 5,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan harga tiket pesawat, hotel, dan restoran.

Dengan kenaikan harga barang-barang di Singapura ini, warga Indonesia yang biasa berbelanja ke Singapura untuk mendapatkan barang-barang murah tampaknya harus mulai mencari alternatif lain.

Pemerintah Singapura mengumumkan kenaikan pajak penjualan sebesar 2% pada bulan November 2023. Kenaikan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan negara dan membantu membiayai pengeluaran pemerintah, seperti pendidikan dan perawatan kesehatan.

Kenaikan pajak penjualan akan berlaku untuk semua barang dan jasa yang dijual di Singapura, kecuali barang-barang yang dikecualikan, seperti makanan pokok dan barang-barang rumah tangga.

Berikut adalah rincian kenaikan pajak penjualan di Singapura:

  • Pajak penjualan standar akan naik dari 7% menjadi 9%.
  • Pajak penjualan untuk barang mewah akan naik dari 10% menjadi 12%.

Kenaikan pajak penjualan ini diperkirakan akan meningkatkan pendapatan negara sebesar $1,2 miliar per tahun.

Pemerintah Singapura telah mengumumkan sejumlah langkah untuk membantu meringankan dampak kenaikan pajak penjualan bagi rumah tangga. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  • Menaikkan tunjangan perumahan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
  • Menaikkan subsidi untuk barang-barang rumah tangga, seperti listrik dan air.

Namun, para ekonom memperingatkan bahwa kenaikan pajak penjualan ini akan tetap berdampak pada daya beli rumah tangga.

Prev Post

China Resmi Investasi Ekosistem Baterai…

Next Post

Harga Beras Naik hingga Banjir…

post-bars