LOADING...

Harapan BRI Dorong UMKM Naik Kelas
9 Desember 2023

Harapan BRI Dorong UMKM Naik Kelas

Media etc – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Sektor ini menyumbang sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja.

Oleh karena itu, pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu bank yang berkomitmen untuk mendorong pengembangan UMKM adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. BRI merupakan bank terbesar di Indonesia dengan porsi penyaluran kredit UMKM terbesar, yaitu mencapai 83% dari total penyaluran kredit UMKM oleh bank BUMN.

Dalam rangka mendorong UMKM naik kelas, BRI telah menerapkan berbagai strategi bisnis, antara lain:

  • Peningkatan akses pembiayaan

BRI terus berupaya meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM, baik melalui program KUR maupun kredit konvensional. Pada tahun 2023, BRI menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 260 triliun, meningkat dari realisasi tahun 2022 sebesar Rp 195,59 triliun.

  • Peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku UMKM

BRI juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. BRI memiliki berbagai program pemberdayaan UMKM, antara lain:

* BRI Business School
* BRI Cabang Digital
* BRI Unit Desa
* BRILINK

  • Pengembangan ekosistem UMKM

BRI juga berkontribusi dalam mengembangkan ekosistem UMKM, antara lain melalui:

* Kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha
* Peluncuran berbagai produk dan layanan inovatif yang mendukung UMKM

Harapan BRI adalah dengan berbagai strategi tersebut, UMKM dapat naik kelas dan menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia.

Keberhasilan BRI dalam mendorong UMKM naik kelas dapat dilihat dari beberapa indikator, antara lain:

  • Peningkatan nilai tambah UMKM

UMKM yang naik kelas umumnya memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan UMKM yang belum naik kelas. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan omzet, efisiensi, dan daya saing UMKM.

  • Peningkatan penyerapan tenaga kerja

UMKM yang naik kelas umumnya mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Hal ini dikarenakan UMKM yang naik kelas memiliki skala usaha yang lebih besar dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

  • Peningkatan kontribusi terhadap PDB

UMKM yang naik kelas umumnya memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap PDB. Hal ini dikarenakan UMKM yang naik kelas memiliki skala usaha yang lebih besar dan mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

Meskipun BRI telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong UMKM naik kelas, masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, antara lain:

  • Akses pembiayaan yang masih terbatas

UMKM masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan, terutama UMKM yang berada di daerah terpencil. Hal ini dikarenakan UMKM di daerah terpencil umumnya memiliki agunan yang kurang memadai.

  • Keterampilan dan kompetensi pelaku UMKM yang masih rendah

Banyak pelaku UMKM yang belum memiliki keterampilan dan kompetensi yang memadai untuk mengembangkan usahanya. Hal ini dikarenakan UMKM umumnya dikelola secara informal dan tidak memiliki akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang memadai.

  • Ketersediaan infrastruktur dan teknologi yang masih terbatas

UMKM masih menghadapi keterbatasan ketersediaan infrastruktur dan teknologi. Hal ini dapat menghambat UMKM dalam mengembangkan usahanya, terutama UMKM yang berada di daerah terpencil.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. BRI akan terus berkomitmen untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia.

Prev Post

Rolex dan Merek Jam Mewah…

Next Post

Buruan Borong, Emas Antam Hari…

post-bars