LOADING...

Danau Sipin di Jambi Terendam Banjir, Warga Terpaksa Naiki Perahu
9 Januari 2024

Danau Sipin di Jambi Terendam Banjir, Warga Terpaksa Naiki Perahu

Media ETC – Jambi, 9 Januari 2024 – Wisata Danau Sipin di Kota Jambi, Provinsi Jambi, terendam banjir. Akibatnya, aktivitas warga terganggu dan bahkan terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari.

Banjir di Danau Sipin ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Kota Jambi sejak Sabtu (7/1/2024) malam. Tinggi air di beberapa titik mencapai 60 sentimeter.

Warga Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, yang bermukim di sekitar Danau Sipin, terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari. Mereka menggunakan perahu untuk pergi ke pasar, sekolah, atau bahkan sekadar untuk keluar rumah.

“Kami sudah biasa banjir, tapi kalau banjirnya sampai seperti ini, kami harus menggunakan perahu untuk beraktivitas,” kata salah seorang warga, Iwan.

Selain warga, aktivitas wisata di Danau Sipin juga terganggu akibat banjir. Pengunjung tidak dapat menikmati keindahan Danau Sipin karena akses jalan menuju lokasi wisata terendam banjir.

“Kami sangat menyayangkan banjir ini. Wisata Danau Sipin adalah salah satu objek wisata favorit di Kota Jambi,” kata salah seorang pengunjung, Angga.

Pemerintah Kota Jambi telah melakukan upaya untuk mengatasi banjir di Danau Sipin. Petugas bergotong-royong membersihkan sampah yang menyumbat saluran air. Selain itu, pemerintah juga melakukan normalisasi sungai yang mengalir di sekitar Danau Sipin.

Pemerintah berharap banjir di Danau Sipin dapat segera surut sehingga aktivitas warga dan wisatawan dapat kembali normal.

Bencana alam banjir yang terjadi di Jambi pada akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024 merupakan bencana alam yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Banjir ini telah menyebabkan kerusakan yang luas.

Banjir ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jambi selama beberapa hari. Hujan deras ini menyebabkan luapan sungai-sungai di Jambi, seperti Sungai Batanghari, Sungai Batang Tebo, dan Sungai Batanghari Timur.

Banjir ini telah merendam ribuan rumah warga di empat kabupaten dan kota di Jambi, yaitu Kabupaten Bungo, Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Tebo. Banjir ini juga telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan sekolah.

Berita terkini lebih dari 100 ribu orang mengungsi. Banjir ini juga telah menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Penyebab banjir di Jambi ini diduga akibat beberapa faktor, yaitu:

  • Perubahan iklim yang menyebabkan intensitas hujan semakin tinggi
  • Deforestasi yang menyebabkan berkurangnya daya resap air
  • Aktivitas pertambangan yang menyebabkan kerusakan lingkungan

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir di Jambi, antara lain:

  • Evakuasi korban banjir
  • Pemberian bantuan logistik kepada korban banjir
  • Normalisasi sungai
  • Reboisasi

Pemerintah juga telah melakukan kajian untuk mengetahui penyebab banjir di Jambi dan untuk mencegah terjadinya banjir serupa di masa depan.

Berikut adalah beberapa rekomendasi untuk mengatasi banjir di Jambi:

  • Meningkatkan upaya mitigasi bencana, seperti pembuatan tanggul, normalisasi sungai, dan reboisasi
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan
  • Melakukan penegakan hukum terhadap pelaku deforestasi dan aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan

Prev Post

Enea Bastianini Gagal Memenuhi Ekspektasi…

Next Post

Yunani Buka Istana Alexander Agung…

post-bars