LOADING...

Benarkah Paula Abdul Mengalami Pelecehan Seksual? Gugat Eks Produser American Idol
1 Januari 2024

Benarkah Paula Abdul Mengalami Pelecehan Seksual? Gugat Eks Produser American Idol

Media ETC – Penyanyi, penari, dan mantan juri American Idol, Paula Abdul, menggugat Nigel Lythgoe, produser eksekutif American Idol dan So You Think You Can Dance. Abdul menuduh Lythgoe melakukan pelecehan seksual terhadapnya saat mereka bekerja sama di dua acara televisi tersebut.

Nigel Lythgoe adalah seorang produser televisi dan film Inggris yang lahir pada 9 Juli 1949 di Wirral, Inggris. Dia dikenal karena karyanya di berbagai acara pencarian bakat, termasuk Pop Idol, American Idol, dan So You Think You Can Dance.

Dalam gugatannya yang diajukan di Pengadilan Tinggi Los Angeles County, Abdul menuduh Lythgoe melakukan pelecehan seksual terhadapnya sebanyak dua kali, yaitu pada musim awal American Idol dan So You Think You Can Dance.

Pada musim awal American Idol, Abdul menuduh Lythgoe melakukan pelecehan seksual terhadapnya di dalam lift. Lythgoe diduga menyentuh Abdul secara tidak pantas dan membuat komentar yang bersifat seksual.

Pada musim awal So You Think You Can Dance, Abdul menuduh Lythgoe melakukan pelecehan seksual terhadapnya di sebuah pesta. Lythgoe diduga menyentuh Abdul secara tidak pantas dan memaksanya untuk minum alkohol.

Abdul juga menuduh Lythgoe menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman bagi wanita. Abdul mengklaim bahwa Lythgoe sering membuat komentar yang bersifat seksual terhadap wanita dan memicu pelecehan seksual.

“Tindakan terdakwa telah menyebabkan saya mengalami rasa sakit emosional yang mendalam, trauma, dan ketakutan,” kata Abdul dalam gugatannya.

Lythgoe belum memberikan komentar atas gugatan Abdul.

Gugatan Abdul ini menambah daftar panjang kasus pelecehan seksual yang terjadi di industri hiburan. Sebelumnya, sejumlah artis Hollywood, seperti Harvey Weinstein, Kevin Spacey, dan Louis C.K., juga telah dituduh melakukan pelecehan seksual.

Pada tahun 2017, tuduhan pelecehan seksual terhadap Harvey Weinstein memicu gerakan MeToo, yang mendorong korban pelecehan seksual untuk berbicara. Sejak saat itu, banyak korban pelecehan seksual di industri hiburan yang telah berani berbicara.

Tuduhan Abdul dan Caldwell diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pelecehan seksual di industri hiburan dan mendorong korban lain untuk berbicara.

Prev Post

Marc Marquez MotoGP 2024, Ingin…

Next Post

Dugaan Pencurian Traffic Cone di…

post-bars